MMCGumas – Kuala Kurun – Malam Grand Final Pemilihan Putra dan Putri Pariwisata (Papipar) Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026, memukau ribuan penonton yang memadati Stadion Mini Kuala Kurun, Sabtu malam (20/6/2026) pukul 19.00 WIB. Ajang bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) dan peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas ini menghadirkan penampilan terbaik para finalis dari berbagai kecamatan.
Sebanyak tujuh kecamatan turut mengirimkan wakil terbaiknya dalam kompetisi tersebut, yakni Kecamatan Kurun, Sepang, Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, Rungan, dan Manuhing. Para finalis menunjukkan kemampuan, wawasan, serta bakat yang telah diasah selama mengikuti masa karantina dan pembekalan.
Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, dewan juri menetapkan Felda Likusmas dari Kecamatan Sepang sebagai Putra Pariwisata Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026. Posisi Putra Pariwisata II diraih Wahyu Ramadhan Pakaya dari Kecamatan Kahayan Hulu Utara, sedangkan Putra Pariwisata III diraih Satria Wirayuda dari Kecamatan Kurun.
Pada kategori putri, Tasya Ayuputri dari Kecamatan Sepang berhasil dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026. Gelar Putri Pariwisata II diraih Ikia Nevada P. Bahat dari Kecamatan Kahayan Hulu Utara, sementara Putri Pariwisata III menjadi milik Jismi Risawandani dari Kecamatan Tewah.
Secara keseluruhan, hasil penilaian menempatkan Kecamatan Sepang sebagai juara umum dengan meraih Juara I pada kategori Putra maupun Putri Pariwisata. Untuk kategori Papipar Putra, Juara II diraih Kecamatan Kahayan Hulu Utara dan Juara III Kecamatan Kurun. Sementara kategori Papipar Putri menempatkan Kecamatan Kahayan Hulu Utara sebagai Juara II dan Kecamatan Tewah sebagai Juara III.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Mas, Yulius, mengatakan bahwa ajang Pemilihan Putra dan Putri Pariwisata merupakan upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan luas di bidang pariwisata, budaya, dan pelestarian lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mencetak generasi muda yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan destinasi wisata dan budaya Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 15 hingga 21 Juni 2026. Para peserta mengikuti berbagai tahapan, mulai dari technical meeting, photo shoot, karnaval budaya, pembekalan materi, presentasi pengembangan wisata unggulan daerah, wawancara, tes tertulis, focus group discussion, malam unjuk bakat, hingga grand final.
Selama masa karantina, para finalis juga dibekali berbagai materi penting, seperti peran duta wisata dalam pembangunan daerah, pencegahan pernikahan usia anak sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, pengembangan kepribadian, komunikasi, public speaking, serta kepemimpinan generasi muda dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Gunung Mas.
Post Dilihat: 2


