1
Momen mengharukan terjadi dalam acara perpisahan siswa kelas sembilan SMPN 1 Upau, Kecamatan Upau. Tradisi cuci kaki orang tua yang digelar setiap tahun kembali membuat para siswa tak kuasa menahan air mata saat mereka berlutut dan membasuh kaki ayah dan ibu mereka. Momen ini menjadi puncak emosional dari rangkaian acara perpisahan yang juga diisi berbagai penampilan ekstrakurikuler siswa.
Suasana haru mewarnai halaman SMPN 1 Upau saat puluhan siswa kelas sembilan satu per satu berlutut di hadapan orang tua mereka pada momen perpisahan yang digelar 10 Juni 2026. Dengan tangan gemetar dan mata yang mulai berkaca-kaca, mereka membasuh kaki ayah dan ibu sebagai bentuk bakti sebelum meninggalkan bangku SMP.
Namun, dari seluruh rangkaian acara, tradisi mencuci kaki orang tua ini menjadi yang paling menyentuh. Plt Kepala SMPN 1 Upau, Sugeng Prayetno, mengungkapkan bahwa tradisi ini sengaja dipertahankan untuk membuka hati para siswa agar lebih menghargai dan mencintai orang tua mereka.
“Ya terima kasih, ini sudah bertahun-tahun memang menjadi tradisi di sini dan tidak bisa kami tinggalkan. Karena kita ingin membuka hati anak-anak kita yang selama ini mungkin sebagian ada yang kurang memahami tanggung jawab besar orang tua dalam mendidik mereka. Dengan kegiatan seperti ini, terbukalah perasaan mereka. Tadi kita saksikan sendiri, mereka sampai mengeluarkan air mata. Selama ini mungkin ada yang terlihat cuek kepada orang tua, terutama kepada ibu yang telah melahirkannya,” ujar Sugeng Prayetno, Plt Kepala SMPN 1 Upau.
Sugeng juga menyebutkan, di balik setiap tetes air yang menyentuh kaki orang tua, tersimpan doa dan harapan agar langkah anak-anak mereka ke depan menjadi lebih baik, lebih kuat, dan tetap berpegang pada nilai-nilai bakti kepada orang tua. Tradisi ini diharapkan terus terjaga sebagai pengingat bagi setiap generasi terhadap kasih sayang dan pengorbanan orang tua.
Selain tradisi cuci kaki, acara perpisahan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan ekstrakurikuler siswa, mulai dari paduan suara, pembacaan puisi, pencak silat, drumband, hingga sendratari. Sekolah juga memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.


